Pekalongan Mobile
Pusat administrasi dan pelayanan masyarakat Desa Pekalongan yang mudah diakses oleh warga.
Lihat Informasi →DESA AGRARIS · DESA PENDIDIKAN
Desa agraris, desa pendidikan, dan ruang tumbuh ekonomi masyarakat di Kecamatan Winong, Kabupaten Pati.
Video profil daerah · Buka di YouTube
PELAYANAN UNTUK WARGA
Balai desa, PKD, BUMDes, dan program pemberdayaan hadir untuk menyediakan layanan yang ramah, mudah, dan terukur.
Pusat administrasi dan pelayanan masyarakat Desa Pekalongan yang mudah diakses oleh warga.
Lihat Informasi →Temukan informasi keuangan daerah yang terbuka, ringkas, dan mudah dipahami.
Lihat Informasi →Pelayanan kesehatan dasar dan pertolongan pertama melalui Pos Kesehatan Desa (PKD).
Lihat Informasi →Akses data publik Desa Pekalongan untuk kebutuhan riset, usaha, dan pembelajaran.
Lihat Informasi →DATA KEPENDUDUKAN & PROFIL DESA
Gambaran utama Desa Pekalongan berdasarkan REKAPPENDUDUK dan bahan profil desa. Angka rinci diberi catatan apabila total kategorinya belum sama dengan jumlah penduduk utama.
PEMERINTAHAN DESA
Pemerintah Desa Pekalongan hadir melalui perangkat desa dan Badan Permusyawaratan Desa untuk memberikan pelayanan yang ramah, mudah, terbuka, dan terukur bagi masyarakat.
Kepala Desa
Pimpinan Pemerintah Desa Pekalongan
Sekretaris Desa
Koordinasi administrasi dan tata kelola desa
Kasi Pemerintahan
Urusan pemerintahan dan administrasi wilayah
Kasi Kesejahteraan
Pemberdayaan dan kesejahteraan masyarakat
Kasi Pelayanan
Pelayanan publik dan kebutuhan warga
Kaur Tata Usaha dan Umum
Ketatausahaan, umum, dan dukungan administrasi
Kaur Keuangan
Pengelolaan administrasi keuangan desa
Kaur Perencanaan
Perencanaan pembangunan dan program desa
Perangkat Desa Lainnya
Dukungan operasional pemerintahan desa
Anggota BPD
Badan Permusyawaratan Desa Pekalongan
Anggota BPD
Badan Permusyawaratan Desa Pekalongan
Anggota BPD
Badan Permusyawaratan Desa Pekalongan
Anggota BPD
Badan Permusyawaratan Desa Pekalongan
Anggota BPD
Badan Permusyawaratan Desa Pekalongan
Anggota BPD
Badan Permusyawaratan Desa Pekalongan
Anggota BPD
Badan Permusyawaratan Desa Pekalongan
INFORMASI TERBARU
Ikuti kabar terbaru mengenai program, kebijakan, inovasi, dan kegiatan masyarakat Desa Pekalongan.
Pertanian padi menjadi bagian penting dari lanskap, pangan, dan kehidupan ekonomi masyarakat Desa Pekalongan.
Baca Selengkapnya →PAUD, madrasah, sekolah menengah, sekolah kejuruan, dan pondok pesantren menguatkan ekosistem pendidikan desa.
Baca Selengkapnya →Kencana Resto & Garden, Homestay Kencana, pasar tradisional, peternakan kambing, dan usaha warga menjadi potensi lokal.
Baca Selengkapnya →Lapangan sepak bola menjadi ruang pembinaan karakter, disiplin, kerja sama, kebugaran, dan prestasi anak-anak desa.
Baca Selengkapnya →Program air bersih dan pengelolaan sampah rumah tangga memperkuat komitmen Desa Pekalongan terhadap lingkungan.
Baca Selengkapnya →Sanggar Seni Tari Nusantara, haul, kirab budaya, dan makam Mbah Rante menjadi bagian dari ingatan kolektif warga.
Baca Selengkapnya →MENGENAL DESA PEKALONGAN
Desa Pekalongan berada di Kecamatan Winong, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Desa ini menjadi titik penghubung wilayah Winong, Gabus, Pucakwangi, dan Jakenan, dengan kehidupan masyarakat yang bertumpu pada pertanian, pendidikan, perdagangan, jasa, dan budaya.
Peta wilayah Desa Pekalongan · RW I dan RW II
INFORMASI DESA
Ruang informasi untuk menyampaikan agenda, program, dan pembaruan Pemerintah Desa Pekalongan.
Bersih, Sehat, Mandiri. Nilai ini menjadi semangat Desa Pekalongan dalam membangun lingkungan, kesehatan, pelayanan, pendidikan, dan kemandirian ekonomi warga.
Baca Profil Desa →Luas wilayah tercatat 198,970 hektare dan jumlah penduduk 2.932 jiwa pada 2025. Angka tersebut perlu diperbarui dan dikonfirmasi untuk penerbitan administratif.
Lihat Data Desa →Bangun Desa, Bangun Indonesia. Desa Terdepan untuk Indonesia.
Lihat Program Desa →SUARA WARGA
Gunakan formulir ini untuk menyampaikan masukan terkait pelayanan, lingkungan, pendidikan, ekonomi, atau kegiatan desa.
REKAPPENDUDUK
Data berikut membantu warga memahami komposisi penduduk, wilayah, pekerjaan, pendidikan, usia, dan status perkawinan. Sumber utama adalah PDF REKAPPENDUDUK yang diunggah untuk melengkapi profil website.
Jumlah kategori pekerjaan pada PDF tercatat 2.914 atau 98,45% dan belum sama dengan total penduduk 2.960.
Rincian pendidikan pada PDF berjumlah 2.836 atau 95,81%; angka ini ditampilkan sebagai rincian data, bukan total penduduk lengkap.
Rincian status perkawinan berjumlah 2.944; rincian usia berjumlah 2.889. Keduanya perlu pembaruan berkala.
PROFIL DESA
Desa Pekalongan merupakan desa agraris dan desa pendidikan yang terus berkembang sebagai ruang tumbuh bagi perdagangan, UMKM, pelayanan publik, kebudayaan, dan kepemudaan.
Dengan sejarah, pendidikan, gotong royong, dan potensi ekonomi yang beragam, Desa Pekalongan terus bergerak menuju desa yang bersih, sehat, mandiri, berbudaya, dan berdaya saing.
Desa PekalonganPOTENSI DESA
Pertanian, pendidikan, perdagangan, kuliner, jasa, peternakan, dan kelembagaan ekonomi saling menguatkan dalam ekosistem agropolitan-edukatif.
Hamparan persawahan menjadi basis pangan, mata pencaharian, dan identitas Desa Pekalongan sebagai desa agraris.
Kencana Resto & Garden dan Homestay Kencana mendukung wisata kuliner serta kebutuhan tamu dan pendatang.
Pasar tradisional menjadi pusat transaksi warga, sementara peternakan kambing melengkapi kegiatan ekonomi lokal.
BUMDes memperkuat kemandirian ekonomi melalui layanan simpan pinjam dan investasi jangka panjang.
PENDIDIKAN & BUDAYA
Keberadaan lembaga pendidikan dan tradisi budaya menjadikan Desa Pekalongan memiliki karakter sosial yang kuat.
Ekosistem pendidikan mencakup PAUD, madrasah, sekolah menengah, sekolah kejuruan, dan pondok pesantren. Lembaga yang disebut dalam profil antara lain MTs Negeri 1 Pati, MTs Tarbiyatul Banin, SMK Al-Falah Winong, dan lembaga pendidikan berbasis pesantren.
Sumber lokal menyebut sekitar 10 lembaga pendidikan. Klaim lebih dari 10.000 pelajar dari luar daerah perlu dikonfirmasi sebelum digunakan sebagai statistik resmi.
Ki Ageng Raden Kencana Wulung, yang juga dikenal sebagai Ki Ageng Rante Kencono Wulung atau Mbah Rante, menjadi bagian penting dari sejarah dan ingatan kolektif warga.
Sanggar Seni Tari Nusantara, haul, kirab budaya, dan kegiatan keagamaan menjaga warisan budaya agar tetap hidup di tengah generasi muda.
PROGRAM DAN KEHIDUPAN WARGA
Program desa menyentuh pelayanan publik, kesehatan, air bersih, lingkungan, olahraga, keamanan, dan pembinaan generasi muda.
WARISAN TERTULIS DESA PEKALONGAN
Menelusuri manuskrip yang dirawat keluarga-keluarga Desa Pekalongan sebagai bagian dari tradisi keilmuan, literasi keagamaan, dan memori lintas generasi.
KOLEKSI KELUARGA
Setiap entri memuat artikel pengantar, catatan katalog yang tersedia, dan status berkas manuskrip.
JEJAK PENGETAHUAN
Naskah keagamaan yang diperkirakan disalin pada abad ke-18, menjadi bukti keberlanjutan tradisi penyalinan teks dan literasi desa.
Buka artikel →TRADISI KEILMUAN
Koleksi Thoriqoh Syattoriyah, Fiqih, dan Tauhid yang merekam kesinambungan pembelajaran Islam serta literasi masyarakat Pati.
Buka artikel →WARISAN TERTULIS
Al-Qur’an, Kitab Kuning, dan Mujarobat sebagai jejak pengetahuan dan tradisi literasi keagamaan lintas generasi.
Buka artikel →LITERASI KEAGAMAAN
Manuskrip Al-Qur’an yang merekam pembelajaran, penyalinan, dan penghormatan terhadap Al-Qur’an di lingkungan keluarga serta masyarakat.
Buka artikel →PENGANTAR KOLEKSI
Manuskrip Thoriqoh milik Keluarga Sahil merupakan salah satu warisan tertulis dari Desa Pekalongan, Kecamatan Winong, Kabupaten Pati. Berdasarkan hasil pendataan, naskah ini diperkirakan disalin pada abad ke-18 menggunakan aksara dan bahasa Arab, serta tinta merah dan hitam di atas kertas bercap Eropa.
Secara fisik, naskah masih cukup baik dan tetap dapat dibaca. Jilidnya telah terlepas, sampulnya hilang, serta beberapa halaman mengalami kerusakan ringan dan koyak. Keberadaannya memperlihatkan keberlanjutan tradisi pengetahuan, penyalinan teks, dan literasi keagamaan yang diwariskan antargenerasi di lingkungan masyarakat Pati.
“Merawat manuskrip, menjaga jejak pengetahuan, dan menghidupkan warisan literasi.”
Foto, pemindaian, atau berkas digital asli akan ditambahkan setelah materi dari pemilik tersedia dan siap dipublikasikan.
PENGANTAR KOLEKSI
Koleksi Manuskrip Keluarga Hilal merupakan warisan tertulis yang dirawat di Desa Pekalongan, Kecamatan Winong, Kabupaten Pati. Berdasarkan dokumen pendataan, koleksi ini sedikitnya mencakup tiga naskah: Thoriqoh Syattoriyah, Fiqih, dan Tauhid.
Ketiga naskah ditulis dalam aksara dan bahasa Arab dengan tinta hitam. Naskah-naskah tersebut masih dapat dibaca dan secara umum dicatat dalam kondisi cukup baik atau terawat, walau beberapa bagian mengalami kerusakan ringan termasuk sampul yang hilang pada sebagian naskah. Salah satu naskah menggunakan kertas bercap Eropa, sedangkan naskah lain dicatat menggunakan kertas pabrik.
“Merawat manuskrip, menjaga jejak keilmuan, dan menghidupkan warisan literasi.”
Foto, pemindaian, atau berkas digital asli akan ditambahkan setelah materi dari pemilik tersedia dan siap dipublikasikan.
PENGANTAR KOLEKSI
Koleksi Manuskrip Keluarga Sunardi merupakan warisan tertulis yang dirawat oleh Keluarga Mahmud/Sunardi di Desa Pekalongan, Kecamatan Winong, Kabupaten Pati. Berdasarkan pendataan, koleksi ini sedikitnya mencakup tiga naskah: Al-Qur’an, Kitab Kuning, dan Mujarobat.
Ketiganya diperkirakan disalin pada abad ke-18 dengan aksara dan bahasa Arab, memakai tinta merah dan hitam pada kertas bercap Eropa. Sebagian naskah mengalami kerusakan ringan seperti sampul hilang atau rusak dan beberapa halaman terlepas dari jilid, namun koleksi masih utuh atau tetap dapat dibaca. Bersama-sama, naskah ini menjadi jejak penting pengetahuan, keagamaan, dan tradisi literasi masyarakat Pati.
“Merawat manuskrip, menjaga warisan, dan menginspirasi generasi.”
Foto, pemindaian, atau berkas digital asli akan ditambahkan setelah materi dari pemilik tersedia dan siap dipublikasikan.
PENGANTAR KOLEKSI
Manuskrip Al-Qur’an milik Keluarga Imam Ashar merupakan bagian dari warisan tertulis masyarakat Desa Pekalongan, Kecamatan Winong, Kabupaten Pati. Naskah ini tidak hanya merepresentasikan teks suci, tetapi juga merekam tradisi penyalinan, pembelajaran, dan penghormatan terhadap Al-Qur’an yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Keberadaannya mengingatkan bahwa rumah, keluarga, dan masyarakat merupakan ruang penting dalam menjaga keberlanjutan literasi keagamaan serta pelestarian manuskrip Nusantara. Berdasarkan informasi pemilik yang diterima untuk pembaruan katalog, manuskrip menggunakan kertas Eropa dan diperkirakan berasal dari abad ke-18. Naskah memakai aksara serta bahasa Arab, dengan tinta merah dan hitam. Rincian teknis lain, termasuk ukuran dan kondisi fisik per lembar, dapat ditambahkan ketika pendataan lanjutan tersedia.
“Merawat manuskrip Al-Qur’an, menjaga warisan keagamaan, dan menginspirasi generasi.”
Foto, pemindaian, atau berkas digital asli akan ditambahkan setelah materi dari pemilik tersedia dan siap dipublikasikan.